Friday, February 15, 2013



Kata jancuk atau djancuk cukup akrab di telinga banyak orang di Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah Jawa. Jancuk atau sekadar cuk memang biasa diucapkan atau disisipkan dalam percakapan sehari-hari dalam bentuk sapaan atau sebagai pisuhan. Semasa sekolah menengah, saya bahkan cukup sering memanggil teman saya dengan sebutan cuk. Waktu itu, saya rasa kata cuk hanya semacam sapaan untuk memanggil teman yang bisa dibilang cukup akrab atau yang ingin dijadikan  lebih akrab. Belakangan waktu saya menanyakan pada teman asal Jawa Timur, jancuk merupakan semacam umpatan yang artinya tidak jauh berbeda dengan berengsek (cmiiw) .Karena sudah terlanjur terbiasa mengucapkan cuk, saya makin penasaran dengan arti kata tersebut dan mencari maknanya lewat internet.  Berdasarkan hasil googling yang sempat saya lakukan, pengertian jancuk sendiri sebenarnya cukup kasar dan berkaitan dengan hal-hal seksual. Saya sempat mencoba berhenti menggunakan kata jancuk sebagai sapaan, atau paling tidak mengurangi. Tapi, yang namanya kebiasaan pasti susah dihilangkan. Apalagi orang-orang di sekitar saya juga sering menyisipkan kata cuk dalam percakapan mereka.
Diantara kebimbangan saya mengenai jancuk serta peran keseloan saya sebagai Anak Selo Universitas, saya membeli sebuah buku karangan Sudjiwotedjo yang berjudul Republik Jancukers. Saya tertarik dengan kata  jancuk yang justru digunakan untuk mencairkan berbagai bentuk formalitas yang kaku. Jancuk bukan sekedar kata-kata kasar atau makian, namun sudah mengalami perluasan makna. Justru saya lebih sering menggunakan kata jancuk dalam percakapan dengan teman-teman dekat, atau yang ingin saya jadikan teman yang dekat. Jadi, intinya saya kembali pada keyakinan awal saya bahwa jancuk sekedar panggilan sayang bagi mereka yang menjadi bagian dalam hidup saya, sama halnya dengan panggilan cintaah atau bebeh yang juga sering saya gunakan,meskipun saya juga mengakui bahwa saya juga masih menggunakan kata jancuk sebagai pisuhan murni. Jadi, kalau saya memanggil anda cuk, bisa jadi saya memang merasa dekat dengan anda  J




Post a Comment:

Designed By Blogger Templates | Templatelib & Distributed By Blogspot Templates